摘要:Bahasa sebagai tanda dalam perspektif semiotik sosial mempunyai dua dimensi,yaitu ekspresi (expression) dan makna atau isi (content).Ekspresi tidak akan mempunyai makna apabila bahasa tersebut tidak mempunyai fungsi.Membahas fungsi bahasa sama artinya dengan membahas penggunaan (use) bahasa karena bahasa tidak akan bermakna jika bahasa tersebut tidak digunakan atau difungsikan (Halliday dan Hasan,1985: 17) Fungsi bahasa pada teks berupa legenda milik komunitas Dayak Ngaju (LDN) di Kalimantan Tengah ternyata menempati kerangka fungsi bahasa yang diajukan Halliday dan Hasan (1985: 17) daripada teori fungsi bahasa yang lain.Fungsi bahasa pada LDN terdiri atas tiga kategori fungsi bahasa,yaitu fungsi informatif,interaktif,dan fungsi imaginatif.
其他摘要:From the perspective of social semiotics,language has two dimensions: expression and content.The expression will not have a content (meaning) when it is not in used (Halliday dan Hasan,1985: 17).Language function which is expressed in the legends belonged to the Dayak Ngaju community (LDN) in Central Kalimantan is suitable to the theory of language function proposed by Halliday and Hasan (1985: 17) rather than other theories.The language function within LDN consists of informative function,interactive,and imaginative.
关键词:Semiotik sosial;fungsi informative;interatif dan imajinatif