摘要:Presiden Jokowi memiliki citra pemimpin pro-wong cilik dan berasal dari partai nasionalis.Pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017 muncul banyak berita di media sosial yang berbeda dengan image tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa dan mengesksplorasi distorsi pemberitaan tersebut.Penelitian ini menemukan bahwa framing pemberitaan versi pemerintah tidak mendominasi informasi di media sosial.Berita yang dominan adalah fakta yang sebagian telah dihilangkan,ditambah,ataupun diinterpretasi sesuai kepentingan pengutip sehingga menjadi hoax.Penelitian ini menguatkan konsepsi Barthes,Boudrilad,dan Eco bahwa di era media sosial banyak berita menunjukan kematian realitas.
其他摘要:Jokowi’s image as a leader is populist-nasionalist.However,there were some contradictory news with the related image in the social media,which is released in December 2016 until January 2017.This research aims to explore those distorted news.It is revealed that the government media framing did not dominate the social media.The news were interpreted or added in accordance with the viewer’s interest that leads to a hoax.This research reinforces Barthes,Baudrillard,and Eco that the era of social media brings the death of reality.