期刊名称:Citizenship: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
印刷版ISSN:2302-433X
电子版ISSN:2579-5740
出版年度:2013
卷号:2
期号:1
页码:66-82
DOI:10.25273/citizenship.v2i1.3431
出版社:Universitas PGRI Madiun
摘要:Berawal dari keprihatinan tentang degradasi pengakuan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh warga bangsa ini, maka peneliti terinspirasi untuk mengetahui lebih jauh factor penyebabnya dan ingin mengaktualisasikan secara kontekstual dan praksis. Secara spesifik penelitian ini ingin menemukan model penanaman nilai-nilai Pancasila yang relevan di Perguruan Tinggi. Untuk itu riset ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan cara mewawancarai informan terpilih dikota Madiun guna menghasilkan data yang holistik. Kesimpulannya, model implementasi nilai-nilai Pancasila yang paling efektif adalah melalui mekanisme sosialisasi. Khusus di Perguruan Tinggi, pola sosialisasi bisa terintegrasi dengan kurikulum yang tersedia. Model pembelajaran harus menarik dan mahasiswa menjadi subjek pembelajaran. Sarana dan kemajuan teknologi harus bisa bersinergi dengan pola pendidikan seperti penggunaan audio visual, website, facebook, twitter, yang dewasa ini menjangkiti kawula muda termasuk mahasiswa.
其他摘要:Berawal dari keprihatinan tentang degradasi pengakuan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh warga bangsa ini, maka peneliti terinspirasi untuk mengetahui lebih jauh factor penyebabnya dan ingin mengaktualisasikan secara kontekstual dan praksis. Secara spesifik penelitian ini ingin menemukan model penanaman nilai-nilai Pancasila yang relevan di Perguruan Tinggi. Untuk itu riset ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan cara mewawancarai informan terpilih dikota Madiun guna menghasilkan data yang holistik. Kesimpulannya, model implementasi nilai-nilai Pancasila yang paling efektif adalah melalui mekanisme sosialisasi. Khusus di Perguruan Tinggi, pola sosialisasi bisa terintegrasi dengan kurikulum yang tersedia. Model pembelajaran harus menarik dan mahasiswa menjadi subjek pembelajaran. Sarana dan kemajuan teknologi harus bisa bersinergi dengan pola pendidikan seperti penggunaan audio visual, website, facebook, twitter, yang dewasa ini menjangkiti kawula muda termasuk mahasiswa.