出版社:Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
摘要:Perkuatan konektivitas transportasi dibutuhkan untuk meningkatkan akses masyarakat seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sehingga produktivitas dan daya saing dapat meningkat serta merata. Sejak Maret 2020, penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak Covid-19 yang mendorong diterapkannya berbagai kebijakan untuk mengurangi penyebaran virus. Penurunan penerbangan dapat berdampak pada perusahaan pengelola bandara dan maskapai penerbangan, seperti berkurangnya pendapatan yang dapat berpengaruh pada dana pemeliharaan. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis tingkat indeks konektivitas transportasi udara antar ibukota provinsi di Indonesia saat terdampak pandemi Covid-19. Analisis tingkat konektivitas dilakukan dengan Graph Theory, menggunakan data sekunder berupa daftar bandara dan pergerakannya serta data pembanding. Data pergerakan direpresentasikan dalam grafik model jaringan dan matriks konektivitas. Kemudian dihitung indeks konektivitas yang ditunjukkan oleh indeks alfa, indeks beta, dan indeks gama. Dilakukan juga analisis perubahan pendapatan bandara saat Covid-19. Dari hasil pembuatan matriks konektivitas yang meninjau penerbangan langsung, didapatkan mayoritas perubahan tingkat konektivitas saat Covid-19 merupakan penurunan dan penurunan terbesar adalah 78% pada Bandar Udara Sultan Thaha. Sementara itu, berdasarkan Graph Theory yang meninjau penerbangan langsung dan tidak langsung, didapatkan indeks konektivitas terbesar pada Bandar Udara Internasional Juanda yaitu indeks alfa 0,857, indeks beta 2,559, dan indeks gama 0,906. Mayoritas perubahan saat Covid-19 merupakan penurunan dan penurunan terbesar terjadi pada Bandar Udara Rendani yaitu indeks alfa 119,4%, indeks beta 57,8%, dan indeks gama 57,8%. Hasil analisis perubahan pendapatan bandara adalah penurunan pendapatan, dengan penurunan terbesar pada Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara yaitu 77%.