摘要:Desa Baru sebagai desa tradisional memiliki nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal yang tercermin dalam pemanfaatan ruang dan pengelolaan lingkungan yang sebagian besar terdiri dari daerah rawa. Pola adaptasi masyarakat pemukim yang ada di Desa Baru terhadap kondisi alam membuat eksistensi bermukim mereka terjaga dengan baik. Namun demikian, eksistensi bermukim tidak serta merta menjadikan suatu permukiman dapat dikatakan berlanjut (sustain), sehingga perlu dilakukan kajian tentang keberlanjutannya, oleh sebab itu peneliti ingin mengetahui “bagaimana status keberlanjutan permukiman rawa Desa Baru Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara?”. Sesuai dengan sasaran penelitian maka analisis keberlanjutan dilakukan terhadap dimensi ekonomi, sosialbudaya, ekologi-lingkungan, infrastruktur dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Semua dimensi dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan alat analisis Multi Dimensional Scaling (MDS). Atribut keberlanjutan di semua dimensi dilakukan proses skoring. Hasil skoring semua atribut dianalisa dengan menggunakan software rapfish yang menghasilkan status keberlanjutan. Hasil dari analisis MDS ini menunjukkan status keberlanjutan permukiman rawa Desa Baru dapat dikatakan “cukup berkelanjutan”. Hal ini didasarkan dari presentase hasil analisa secara multidimensi dengan MDS yaitu sebesar 57,76%. Kata kunci: keberlanjutan, permukiman rawa, Multi Dimensional Scaling